Tidak Ada Toilet, Bu!

Halo! Kami sudah mendarat di lokasi kedua pada 10 November 2018. Pesawat AKS.2.0 mendarat di SDN Kertawaluya III. Sekolah tersebut terletak di desa Kertawaluya, kecamatan Tirtamulya, Karawang. Butuh sekitar 40 menit untuk mencapai lokasi dari Stasiun Cikampek.

Gambar Diambil oleh Pasukan AKS

Setibanya di sekolah, Pasukan AKS segera mempersiapkan media untuk bermain dan belajar bersama anak-anak. Tentu saja ada Pasukan Khusus Piknik Buku, Pasukan Dongeng, ada Tim Mengenal Profesi Kita, ada Tim Aksi Pungut Sampah, ada juga Pasukan Menulis Surat Untuk Bupati.

Di pendaratan kedua ini, kami kedatangan pasukan baru. Pasukan Kreatif. Pasukan Kreatif mengajak anak-anak untuk membuat tempat pensil dari barang bekas. Hasil dari kerja keras tangan mereka tentu saja mereka bawa pulang untuk digunakan.

Aku dan Tempat Pensilku

Selain kedatangan Pasukan Kreatif. Sekolah dasar yang memiliki 89 siswa ini juga kedatangan Pasukan Peduli Kebersihan. Pasukan Peduli Kebersihan ini mengisahkan sebuah cerita di hadapan anak-anak. Mereka berdialog dan menawarkan gagasan bahwa kebersihan untuk diri kita adalah penting.

Kami membentuk Pasukan Peduli Kebersihan ketika memperoleh informasi bahwa SDN Kertawaluya III tidak memiliki toilet sama sekali. Selain itu menurut Tim Survei dan Observasi yang kami berangkatkan sebelumnya mengatakan bahwa kesadaran warga sekitar mengenai sanitasi terbilang rendah, pasalnya hanya sedikit rumah yang memiliki kloset. Jadi, kamu mengertikan maksud kami? Sungguh teman-teman, jika kamu ingin tahu bahwa Pasukan AKS hampir menangis karena kesulitan untuk buang air besar dan pipis.

Sekolah ini memiliki enam ruang yang terdiri dari satu ruang guru, tiga ruang kelas, dan dua ruangan tidak terpakai. Mau tahu kenapa tidak terpakai?

Ruang Tidak Terpakai

Meski ada empat ruangan yang dapat digunakan tetapi kondisinya tidak nyaman. Selebihnya tidak ada bangunan lain selain keenam ruangan tersebut. Tidak ada ruang perpustakaan, ruang bimbingan konseling, hingga toilet. Menurutmu kemana anak-anak buang air? Pergi ke rumah atau ke rumah temannya. Hm..

Ini juga menjadi keresahan anak-anak di sana. Dalam sesi menulis surat untuk Bupati, ada seorang anak yang mengatakan, ‘saya ingin ada toilet di sekolah saya agar bisa berak’ di dalam isi suratnya. Siswa lainnya mengatakan, ‘Ibu Bupati, sebenarnya perkerjaannya apa? Ibu, saya gak tahu nama Ibu’ ketika membacakan isi surat di hadapan teman-temannya. Anak yang lainnya mengatakan bahwa di sekolah mereka tidak ada perpustakaan.

Perlu diketahui oleh teman-teman, dalam sesi Menulis Surat Untuk Bupati, kami tidak mendikte siswa untuk menulis suratnya seperti apa. Kami hanya mengatakan bahwa mereka boleh menulis apa saja yang ada di dalam pikiran mereka dan surat ini dimaksudkan untuk Bupati Karawang. Tidak lupa kami juga mengenalkan siapa itu Bupati, apa itu Bupati, dan kewenangannya.

Selain hal-hal di atas, pekarangan di SDN Kertawaluya III terbilang luas. Bisa digunakan untuk main futsal dan bola voli sekaligus. Selain itu, para siswa di sana selalu semangat belajar, bertanya, dan juga mengeluh.

Ruangan saling dibatasi oleh tripleks yang bolong-bolong

Kami hadir bersama pesawat AKS bukan karena kami kaya raya dan punya banyak waktu. Kami hanya ingin merawat jiwa kemanusiaan dalam diri kami yang mulai terkikis oleh prasangka-prasangka. Kami juga hadir untuk memberitahu anak-anak tanpa kata-kata bahwa kami peduli.

Kami ingin membantu beberapa sekolah dengan membuat perpustakaan kelas. Kenapa tidak perpustakaan sekolah? Kami realistis saja, pengadaan buku itu sulit, apalagi dilakukan oleh komunitas miskin seperti kami. Alternatifnya adalah kami membuat perpustakaan kelas berisi 30 – 50 buku. Buku-buku tersebut kemudian akan dirawat oleh anak-anak secara bersama-sama dan tentu saja dengan pengawasan sekolah.

Silakan bantu kami untuk membantu mereka di https://kitabisa.com/pengadaanbuku atau hubungi kami secara langsung.

*cerita ini ditulis oleh Mayang. Dia adalah manusia yang percaya bahwa hidup harus dijalani dengan sederhana.